Cerita Dewasa Memekku Di Genjot Kontol Besar

Cerita Dewasa Memekku Di Genjot Kontol Besar

Cerita Dewasa Memekku Di Genjot Kontol Besar

Kini aku sudah benar – benar terbenam dalam birahi. Ketika kesenangan birahi benar- benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Kendra melepaskanku dan berdiri di ambang tempat tidur. Ia mengocok- ngok batang penisnya yang berukuran spektakuler tersebut. Udah nyaris setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekarang ganti Bu Shirley dong yang aktif..! ” Kata Kendra denagn manja. ” Ibu nggak dapat Ndra, lagian Ibu masih takut..! ” Jawabku dengan malu-malu.
Baiklah kalau gitu kamu pegang kontolku saja, please, sayang. Ujarnya seraya menyodorkan kontol besar tersebut kehadapanku. Dengan malu ku genggam kontol yang besar dan berotot itu. Terasa deg-degan dan darahku berdesir saat tanganku mulai memegang penis Kendra. Sejenak aku sempat menginginkan bagaimana nikmatnya jiak penis yang besar dan keras tersebut. Dimasukkan kelubang vagina perempuan, lagipula jika perempuan tersebut aku. ” Besaran mana sama kepunyaan suami Ibu..? ” Goda Kendra.

Aku tidak membalas walau dalam hati aku mengakui, penis Kendra jauh lebih panjang dan lebih besar dikomparasikan milik suamiku. Padahal umur Kendra jauh lebih muda. ” Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak dapat apa-apa ” Kataku berdusta sambil memegang penis Kendra. ” Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? ” Jawab Kendra dengan lembut. Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar kepunyaan Kendra. Ada sensasi tersendiri saat aku mulai mengocok buah zakar Kendra yang paling besar tersebut. Gila, tanganku nyaris tidak lumayan memegangnya. Aku bercita-cita dengan kukocok penisnya, sperma Kendra cepat muncrat, sampai-sampai ia tidak melakukan lebih jauh untuk diriku. Kendra yang sekarang telentang disampingku memejamkan matanya saat tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya. Napasnya mendengus-dengus, tanda bila nafsunya telah meningkat lagi. Aku sendiri pun terangsang menyaksikan tubuh tinggi besar dihadapanku laksana tidak berdaya dikuasai rasa nikmat.

Tiba-tiba ia memutar tubuhnya, sampai-sampai kepalanya sekarang etapt berada diselangkanganku kebalikannya kepalaku pun tepat menghadap selangkangannya. Kendra pulang melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Kendra dengan tanganku. Kini kami berdua berkelejotan, sedangkan napas kami pun saling memburu. Setelah tersebut Kendra beranjak dan dengan cepat ia menindihku.

Dari balik cermin di lemari, aku dapat melihat tubuh indahku tenggelam dikasur busa. Saat tubuh Kendra yang tinggi besar mulai menindihku. Dadaku deg-degan menyaksikan adegan kami melewati kaca lemari itu. Gila batinku, sekarang aku yang telanjang digumuli oleh pria yang pun sedang telanjang, dan laki-laki tersebut bikan suamiku. Kendra pulang melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi menjawab ciumannya. Lidahku kujulurkan guna menggelitik rongga mulut Kendra. Kendra terpejam menikmati seranganku, sedangkan tanganku kekarnya masih erat memelukku, laksana tidak bakal dilepas lagi.
Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Kendra. Dalam posisi tersebut tiba- mendarat kurasakan terdapat benda yang kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa saat kusadari benda yang mengganjal itu ialah batang kemaluan Kendra. Tiba-tiba kurasakan batang zakar tersebut mengganjal tepat dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Kendra nekat berjuang memasukkan batang penisnya kevaginaku. Tentu saja aku tersentak. ” Ndra.. tidak boleh dimasukkan..! ” Kataku seraya tersengal-sengal menyangga nikmat. Aku ragu apa yang kuperbuat ini benar, karena disisi hatiku yang beda sejujurnya aku juga hendak merasakan alangkah nikmatnya. Saat batang kemaluan yang besar tersebut masuk kelubang vaginaku.

Oke.. bila nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? ” Jawab Kendra pun dengan napas yang terengah-engah. Kemudian Kendra pulang memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar biasa saat merasakn kepala batang penis tersebut menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar Kendra memang berukuran super besar, Kendra paling sulit memasukkannnya kedalam celah bibir vaginaku.

Padahal andai aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlampau kekecilan guna ukuran lubang senggamaku. Setelah tidak banyak dipaksa, kesudahannya ujung kemaluan Kendra sukses menerobos bibir vaginaku. Ya ampun, aku menggeliat hebat saat ujung penis yang besra tersebut mulai menerobos masuk. Walau pun awalnya sedikit perih, namun selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Kendra, penisnya berukuran jumbo itu melulu hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun melulu begitu, kenikamatan yang kurasa sungguh-sungguh membuatku nyaris teriak histeris. Sungguh batang zakar Kendra tersebut luar biasa nikmatnya.

Kendra terus menerus mamaju- mundurkan batang penis sekedar dibibir vagina. Semenatara kami berciuman ” Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? ” Kata Kendra tersengal-sengal. ” Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal. Entah bagaimana mula mulanya, tiba- mendarat kurasakan batang kemaluan yang besar tersebut telah amblas seluruh kevaginaku. Bless, perlahan tapi tentu abtang kemaluan yang besar tersebut melesak kedalam libang kemaluanku.

Vaginaku terasa sarat sesak oleh batang penis Kendra yang sangat- paling besar itu. “ Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? ” Tanyaku. ” Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! ” Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan. Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis tersebut amblas seluruh divaginaku, aku melulu dapat megap-megap dan merasakan kesenangan yang sekarang semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si Kendra, sampai-sampai lubang vaginaku terasa paling sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang penis Kendra semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak sampai kedasar rongga vaginaku.

Tanpa sadar aku juga mengimbangi genjotan Kendra dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku laksana timbul terbenam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Kendra. Semakin lama, genjotan Kendra semakin cepat dan keras, sampai-sampai badanku tersentak- sentak dengan hebat. Clep.. , clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Kendra yang terus memompa selangkanganku. ” Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! ” Erangku berulang-ulang. Sungguh ini permainan seks yang sangat nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini. Aku telah tidak beranggapan lagi mengenai kesetiaan untuk suamiku.

Kendra benar-benar telah membenamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri telah tak dapat lagi menyerahkan aku kepuasan sedahsyat dan kesenangan seperti ini. Tidak berapa lama kemudian, aku menikmati nikmat yang spektakuler disekujur tubuhku. Badanku mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Kendra. Seketika tersebut seperti tidak sadar, kuciumi lebih berani bibir Kendra dan kupeluk erat- erat. ” Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! ” desahku ketika nyaris mencapai puncak kenikamatan. Tahu aku nyaris orgasme, Kendra semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang kejantanannya keselangkanganku. Saat tersebut tubuhku semakin meronta- ronta dibawah dekapan Kendra yang kuat. Akibatnya, tidak lama lantas aku benar-benar menjangkau klimaks. Kalau mau crott kasih tau aku ya biar aku senang juga! ” Desah Kendra. ” ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! ” Jawabku. Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Kendra, sementara tangan kiriku memeluknya erat-erat.
Pantatku kunaikkan keatas supaya batang kemaluan si Kendra bisa menancap sedalam- dalamnya. Setelah kesenangan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Kendra pun menghentikan genjotannya. ” Aku belum terbit sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! ” Ujarnya lembut seraya mengecup pipiku. Gila aku dapat orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal andai dengan suamiku, guna orgasme aku mesti berposisi diatas dulu. Tentu saja ini seluruh karna Kendra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan suamiku.

Walau pun umur mereka trerpaut jauh dan Kendra jauh lebih muda. Selain tersebut batan kejantanannya memang sangat spektakuler besar dan nikmat spektakuler buat vagina perempuan. Meskipun kurasakan tidak banyak ngilu, kubiarkan Kendra memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku pasif saja ketika Kendra terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, sekarang badanku yang kecil dan ramping benar-benar terbenam ditindih tubuh atletis Kendra. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk menyaksikan vaginaku yang dihajar batang kejantanan Kendra. Gila, vaginaku ditembus penis sebesar itu. Dan yang lebih tak waras lagi, batang zakar besar seperti tersebut nikmatnya tiada terkira. Kendra semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti tersebut tiba-tiba nafsuku bangkit kembali.

Kurasakan kesenangan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan kencang dipompa si Kendra. Maka aku balik menjawab ciuman Kendra, semantara pantatku pulang berputar-putar mengimbangi penis Kendra yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku. ” Iibuu ingiin.. lagii..? ” Tanya Kendra. ” Eehh..” Hanya tersebut jawabku. Kini kami pulang mengelapar-gelepar bersama. Tiba-tiba Kendra bergulung, sampai-sampai posisinya sekarang berbalik, aku diatas, Kendra dibawah. ” Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass..” Kata Kendra. Dengan posisi diatas aku gerakan pantatku, maju- mundur, kiri-kanan, guna mengocok batang penis Kendra yang masih mengacung dilubang vaginaku.

Dengan masih malu-malu aku pun ganti menjilati leher dan puting Kendra. Kendra yang telentang dibawahku melulu dapat merem-melek karna kesenangan yang kuberikan. ” Tuuh.. biisaa kaan..! Jawab si Kendra sambil menciumku dan meremas toketku. Hanya selang lima menit ketika aku diatas tubuh Kendra, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku semakin powerful menghunjam- hunjamkan vaginaku kebatang penis Kendra. Tubuhku yang ramping kian erat memeluk Kendra. Aku pun semakin liart menjawab ciuman Kendra. ” Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! ” Kataku terengah-engah. Tahu bila aku bakal orgasme guna yang kedua kalinya, Kendra langsung bergulung membalikku, sampai-sampai aku pulang dibawah. Dengan napas yang mendesah, Kendra semakin cepat menyodok lubang memekku.

Lalu rasa nikmat tersebut seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Kendra kupeluk sekuat tenaga, sedangkan napasku semakin tak menentu. ” Kalau inginkan 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! ” Desah Kendra. Karna tidak powerful lagi menyangga nikmat, aku pun merintih keras. ” Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ndraa..! ” Desahku, sedangkan tubuhku masih terus menggelepar- gelepar dalam tindihan tubuh Kendra. Belum reda kesenangan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Kendra mendengus-dengus semakin cepat. Tangan kekarnya mendekapku erat- erat seperti hendak meremukkan tulang-tulangku.

Ia benar-benar membuatku tak dapat bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat. Sayang aku ud mau crooot aaahhhh. Erangnya tidak tertahankan lagi. Melihat Kendra yang mau crot ke per ganas goyanganku. Aku pun semakin erat memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Kendra terasa paling deras muncrat dilubang vaginaku. Kendra memajukan pantatnya sekuat tenaga, sampai-sampai batang kejantanannya benar-benar menancap sedalam mungkin di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa paling hangat oleh cairan sperma yang mengucur dari kemaluan si Kendra. Gila, sperma Kendra spektakuler banyaknya, sampai-sampai seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan karna sangking banyaknya, sperma Kendra belepotan sampai ke bibir vagina dan pahaku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan tersebut mulai menurun.

Untuk sejumlah saat Kendra masih menindihku, keringat kami juga masih bercucuran. setelah tersebut ia berguling kesampingku. Aku tercenung menatap langit-langit kamar. Begitu juga dengan Kendra. Ada sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku mesti menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku.  Maafkan aku Bu Shirley. Aku sudah khilaf dan memaksa Ibu mengerjakan perbuatan ini ” Ujar Kendra denagn lirih.

Aku tidak menjawab, kami berdua kembali tercenung dalam alm benak masing-masing. Bermenit-menit lantas tak terdapat sepatah kata juga yang terbit dari mulut kami berdua. ” Heei suadah siang lho.. mari pulang..! ” Teriak sahabat Kendra disertai ketoak pada pintu. Denagn masih tetap diam, aku dan Kendra segera beranjak, membenahi lalu berjalan terbit kamar. Tanpa kata- kata pula Kendra mengecup bibirku ketika pintu kamar bakal dibuka. ” Hayo Ndra, anda apain Bu Shirley hingga pintunya diblokir segala ” Kelakar sahabat Kendra. ” Ah nggak apa-apa kok, kami hanya ketiduran tadi ” Jawabku degan perasaan malu. Sementara Kendra hanya tersenyum.

Seminggu semenjak kejadian tersebut rasa sesal masih menderaku. Tetapi memasuki minggu kedua hadir rasa rindu pada Kendra. Dadaku tidak jarang berdebar-debar bila mengingat kenikamatan spektakuler yang telah diserahkan Kendra. Aku tidak jarang kali terbayang keperkasaan Kendra diatas ranjang, yang tersebut semua tidak dipunyai oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin mengasuh tubuh justeru makin hendak merasakan kesenangan yang lebih. Maka sejak tersebut aku tidak jarang jalan-jalan dengan Kendra. Bahkan nyaris rutin sebulan 2 hingga 4 kali aku melepas hasrat pada Kendra yang tidak jarang kali melayaniku. Dan dtiap kencan tidak jarang kali saja terdapat hal-hal baru yang membuatku semakin terbelenggu oleh keperkasaannya.,,,,,,,,,,,,

PutriBokep

Create Account



Log In Your Account